Selamat Jalan Mas Agung
Aku mengenal Mas Agung 5 tahun lebih. Orangnya kalem pendiem, namun kelihatan wibawa seorang perwira ada di matanya. Mas Agung (Kapten Penerbang Agung Apriantoro) kukenal sebagai seorang pilot yang handal.
Namun tiba-tiba Takdir Alloh menentukan. Kamis aku mendengar kabar Pesawat Casa 212 jatuh. Dan sama sekali aku tidak menduga Mas Agung menjadi awak pesawat tersebut. Hari Jumat baru aku mendapat kabar beliau adalah co pilot pesawat tersebut. Tersentak dada ini, satu lagi orang baik meninggal dunia. Innalillahi Wa Innailaihi rojiun.
Di balik kerasnya kabar ini menusuk dada setiap orang yang mengenal mas Agung. Ada senyum setelah kita menyadari maksud Alloh. Bukankah setiap yang hidup itu pasti mati, dan jalan Mas Agung Subhannalloh, InsyaAlloh syahid, yach sahid adalah cita-cita tertinggi jalan kematian setiap muslim dimana tidak ada perhitungan amal dan dosa.
Beliau berangkat meninggalkan Mbak Astrid dan Aurel, untuk menunaikan tugas negara, gugur sebagai seorang pahlawan di mata negara dan bangsa, dan syahid di mata Alloh. Inilah yang sering lepas dari kacamata kita sebagai seorang muslim.
Untuk Mbak Astrid dan Aurel, Kami selalu menyayangi Mas Agung, Mbak Astrid juga Aurel. Memang berat tapi InsyaAlloh Mbak Astrid pasti bisa melaluinya. Gugurnya Mas Agung adalah cita-cita tertinggi seorang muslim. Tidak semua orang dipilih untuk syahid. Saya yakin ketika Aurel sudah mengerti dia akan banngga dengan Ayahnya, dan bangga dengan bundanya.
Selamat Jalan Mas Agung….
Salam dari Bontang
Nopin, Tina, & Ryu
June 30th, 2008 at 12:54 am
Tidak boleh memastikan bahwa si fulan syahid, cukuplah kita katakan siapa yang mati fiisabilillah maka dia syahid, sebagaimana dijelaskan Imam Bukhori dalam kitab Shohihnya. Dalilnya adalah perkataan Umar radhiyallahu ‘anhu:
“Kalian mengatakan disaat peperangan bahwa fulan syahid, fulan telah mati sebagai syahid, dan siapa tahu ternyata dia telah membebani tunggangannya, ketahuilah jangan kalian katakan yang demikian akan tetapi katakanlah seperti yang dikatakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: ‘barangsiapa yang mati fisabilillah atau terbunuh maka dia syahid’” (HR Ahmad, hasan)
Semoga bermanfaat, barakallahu fiikum