Laron Goreng, Masa Kecilku
Sunday, March 9th, 2008Kecebong 4, Malam hujan ada Laron masuk ke rumahku ingatanku kembali ke 20 tahun yang lalu. Sampeyan tau Laron ?? Laron adalah semacam serangga yang mempunyai 4 sayap. Laron ini biasanya keluar setelah ada hujan yang tak begitu besar gerimis lah. Laron keluar bersama dengan semacam rayap yang mempunyai capit, jangan coba-coba masuk terlalu dekat ke sarang, tapi jangan khawatir gigitannya tidak seganas lebah(tawon).
Laron opo tho bahasa Indonesiane ? bisa digunakan untuk umpan memancing ikan, karena banyak mengandung protein. Ada 3 cara untuk menangkap Laron : 1. Langsung ke sarangnya, 2. Langsung Tangkap dengan tangan, 3. Tangkap dengan air di lengser. Bingung po ora he he he.
Bapak adalah guruku yang mengenalkan pada dunia di luar rumah. Banyak hal2 yang bagi anak kecil adalah hal baru yang tidak lazim, menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Bapak hanya 2 atau 3 kali selama aku kecil melakukan hal ini. Tetapi tetap mancep sampai sekarang.
Kembali ke cara nangkep laron, biasanya bapak menyediakan lengser besar, lampu teplok(dulu belum ada lampu charge ) dan tempat untuk laron yang sudah diambil sayapnya. Lengser diisi air kemudian nyalakan lampu teplok dan taruh tengah lengser. Matikan semua lampu rumah, dan Laron akan dating ke lampu teplok. Saat itulah aku tahu kebanyakan serangga adalah Light Lovers. Kemudian tungguin aj, laronnya masuk lengser dan pisahkan sayapnya. Kalau sudah terkumpul 1 mangkuk, bisa digoreng dengan bawang garam, atau langsung digoreng rasanya nyam-nyam enak sekali, bahkan dulu sering dibuat rempeyek.